Biasa Saja

“Teh, gimana tadi ujiannya?”

“Biasa aja.”

“Teh, ospeknya seru nggak?”

“Biasa aja.”

“Sedih ya, Teh?”

“Enggak. Biasa aja.”

Jemu. Orangtua saya tak lagi sering menanyai soal kegiatan atau bagaimana perasaan saya. Karena: jemu. Bagaimana tidak? Tiap kali ditanya, jawabannya biasa melulu, ditambah ekspresi datar pula. Siapa yang tidak enggan bertanya?

Namun, akibat membaca novel karangan Andrea Hirata, yang menganggap kerja di warung kopi itu ‘keajaiban’ (baca: Cinta Dalam Gelas) dan belajar di tempat yang hampir roboh itu ‘luar biasa’ (baca: Laskar Pelangi), saya kembali memikirkan, wah kalau begitu hidup saya ‘lebih lebih luar biasa’ dong? Saya nggak sekolah di tempat yang hampir roboh kok.

Juga kala membaca Negeri Lima Menara, imaji tentang anak pesantren begitu nyata. Ya, saya sempat menuntut ilmu di pesantren juga. Tapi, nggak menganggap itu sebegitu menariknya sampai bisa jadi novel gitu. Saya fikir, cuma orang pesantren aja yang ngerti rasanya, ‘orang luar’ nggak tau rasanya seperti apa. Dan saya takjub melihat gaya bertutur pengarang tentang pesantren. Benar-benar keren.

Oke, ini tentang kacamata. Mungkin kacamata yang saya pakai saat melihat kehidupan selama ini kacamata hitam. Jadinya, yang terjadi sepertinya gitu-gitu aja. Hitam lagi lagi-lagi hitam. Nggak sadar kalo selama ini hidup saya begitu berwarna, begitu indah. Bahasa lainnya, saya harus mengubah perspektif dalam menyikapi hidup.

Saya ingin melihat dunia dari jendela mata seorang pemimpi. Orang-orang yang menganggap hidup ini indah dan tanpa beban, sementara kehidupannya liat. Kenapa ada orang seperti saya yang kehidupannya relatif mudah tapi sering membuatnya jadi sulit?

Mungkin, jawabannya: kurang bersyukur. Kuncinya bersyukur. Iya ada di syukur. Pasti saya orang yang kadar bersyukurnya kurang. Jadi sekarang saya sering berdoa seperti doanya nabi Sulaiman, … Rabbi auzi’nii an asykura ni’matakallatii an’amta ‘alayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa adkhilnii birahmatika ilaa ‘ibaadikas shaalihiin (QS 27:19)

Heu. Tulisan ini biasa banget -__________- (penyakitnya kambuh lagi)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s