Konsistensi

 

Kalau kamu salah jalan, sejauh apapun kamu di jalan itu, berbaliklah dan ambil jalan memutar – Change, Rhenald Kasali

 

Untuk diakui, kelemahan saya adalah konsistensi. Saya selalu sulit memulai sesuatu dan sulit pula mengakhirinya. Seringkali proyek saya berhenti di tengah jalan atau selesai hanya pada tataran angan-angan. Yah, mirip mimpi besar: monorail, yang dibangun baru lintasannya aja, lalu diabaikan sampai akhirnya mengarat. Mungkin hampir satu per tiga bagian mimpi dan rencana saya bernasib seperti itu.

 

Saya bukan orang yang taat jadwal. Tapi mimpi saya sangat banyak. Ada kekhawatiran tersendiri kalau kalau saya hanya jadi seorang pemimpi yang selamanya menjadi seorang pemimpi. Yang pernah saya pelajari, berangan-angan (tamanni) itu salah satu celah syetan untuk menggoda manusia. Tanpa ditambah tamanni pun, celah setan untuk menggoda saya sudah sangat banyak.

 

Dragon Zakura, salah satu film favorit saya membawa pesan bahwa dengan tekad baja dan konsistensi, mimpi yang hampir musykil pun dapat diraih, hal ini diamini para pakar. Barusan pakar (juri) IMB, hehe, Adi MS bilang, kalau ingin maju kita harus konsisten. Rasanya, saya harus menghukum diri sendiri bila ada step-step yang terabaikan.

 

Saya terlalu sering memberi pemakluman pada diri sendiri, juga terlalu longgar dalam mendisiplinkan diri. Hasilnya, tujuh belas tahun telah terlewati, dan rasanyaa progress saya belum sesuai dengan yang saya harapkan.

 

Tujuh tahun lagi, ada goal yang harus saya capai, dan untuk mencapainya butuh kerja cerdas, kerja ikhlas, juga kerja keras. Saya nggak mau di saat itu (kalau saya masih hidup) saya mengingat-ingat usia tujuh belas saya dengan hati pedih.

 

Inginnya, pada usia dua puluh empat, saya mensyukuri apa-apa yang telah terjadi pada saya, dan juga saya mensyukuri langkah yang saya mulai di usia tujuh belas. Semoga.

 

 

Ketika Anda melakukan kesalahan, janganlah terlalu lama memikirkannya. Ambillah pelajaran dan kemudian lihatlah masa depan. Kesalahan-kesalahan adalah hikmah. Masa lalu tidak dapat diubah, sedangkan masa depan ada di tangan Anda (Hugo White)

Hal penting dalam hidup ini adalah memiliki tujuan yang tinggi serta memiliki kemampuan dan ketekunan untuk mencapainya (Johann Wolfgang von Goethe)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s