Abai

Dan saat itu, mungkin, aku hampir mati menahan rasa rindu yang membuncah hebat. Sementara kamu mengakrabinya dan abai terhadapku. Tapi, kalau kiranya ini yang terbaik, aku terima. Toh, (semoga) hati kita tetap rekat kan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s