Berharap

Sekutip-dua kutip dari Aa Qudwah:

Doa tanpa usaha bohong

Usaha tanpa doa sombong

UTS Ganjil sudah lewat. Tapi rasa penyesalan mengendap. “Menyesal selalu di akhir.” Iya, saya tahu. Kata-kata itu sudah terlalu sering terdengar sampai kadang kehilangan makna.

Di malam sehari setelah ujian ini, sulit bagi saya untuk memejamkan mata. Bayang-bayang suram hari kemarin masih terekam. Sembari menimbang, apakah saya mampu bertahan hingga akhir di Kampus-yang-mensyaratkan-nilai ini.

“Ujian udah lewat, lupain aja lah!”  Iya saya tahu. Saya hanya merasa sayang melewatkan momen yang bisa dijadikan bahan perenungan ini.

Ujian memang sudah lewat. Saya naif sekali, melewati ujian ini tanpa usaha memadai. Mungkin, ada sisi di hati saya yang mengharap ‘kemurahan hati’ dosen. Ada pula sisi lain yang berbisik bahwa tren prestasi menurun di semester tiga itu wajar. Tapi dari itu semua, bisikan yang paling mengerikan adalah bisikan kalau doa saja cukup.

Dulu, saya sering kesal pada orang yang bilang, “Pasrah deh,” sementara dia belum cukup berusaha. Biasanya, saya bilang pada teman-teman saya kalau pasrah itu menyerahkan semuanya pada Tuhan setelah berusaha optimal. Jika ada yang hasilnya lebih baik, maka dia tidak akan menyesal karena orang yang hasilnya lebih baik itu telah bekerja lebih keras dibanding dia.

Kadang kalau bawa catatan, saya kutip kalimat Mario Teguh, “ Pasrah adalah ilmunya orang hebat. Dia sudah memastikan bahwa yang bisa dikerjakannya, TELAH dikerjakannya, dan dia memastikan bahwa yang diserahkannya kepada Tuhan adalah yang HANYA bisa dilakukan oleh Tuhan. Dia tidak akan pasrah, sebelum dia memenuhi tugasnya sebagai jiwa yang berupaya, untuk memenuhi syarat agar Tuhan mengubah nasibnya.”

Mirisnya, hal itu sekarang terjadi pada saya di UTS Ganjil kali ini. Saya tidak cukup berusaha, dan terlalu dini kata sakti meluncur: “Pasrah.” Nantinya, di ruang ujian, setelah merapal semua doa memohon kemudahan dan kesuksesan yang saya tahu, saya mulai mengerjakan kertas ujian saya. Dan di tengah pengerjaan, keringat dingin dan air mata tertahan berlomba, mana yang akan meluncur lebih awal. Akibat tidak cukup usaha.

Berharap tanpa usaha, berharap macam apa?

*01:20 / kamar Aquarium

penyakit ‘ susah tidur di atas jam 12’ datang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s