Tak Selamanya Bersama

Manusia itu makhluk sosial, teorinya Aristoteles. Iya, orang merasa butuh interaksi dengan yang lain. Dan ada masa-masa ‘pencarian jati diri’ yang tentunya, beda orang, beda pengalaman.

Pengalaman hidup saya nggak beda-beda jauh sama orang-orang lainnya. Waktu SD dan SMP, dengan labilnya bikin gank. Ketika SMA, tidak secara gamblang ada apa-itulah-namanya-gank, tapi kelompok-kelompok itu terbentuk begitu saja secara natural. Keinginan untuk ‘beraktivitas dengan teman yang ini saja, bukan dengan yang itu’ masih ada.

Ini cerita masa kuliah. Seperti sebelumnya, di masa kuliah ini saya juga menemukan beberapa teman dekat. Rasa kepercayaan dan kecintaan saya pada mereka terus bertumbuh seiring waktu. Merenda waktu dengan mereka terasa begitu nikmat. Bertemu dengan mereka tak kunjung membuat jemu.

Bukannya tidak bersyukur. Rasa memiliki dan rasa kecintaan saya pada mereka terkadang menimbulkan ketakutan tersendiri. Saya takut perasaan saya berlebihan. Saya takut saya terkena ‘sindrom ketergantungan pada kelompok’. Kadang saya mereka-reka, “jangan-jangan saya –meminjam istilah seorang penulis– hanya mengandalkan kerumunan untuk merasakan eksistensi diri.”

Mungkin, saya merasa dihargai saat sedang bersama kelompok itu. Merasa kuat, dalam kelompok. Saya ulangi, merasa kuat jika dan hanya jika berada di dalam kelompok. Sementara, ada banyak sisi kehidupan manusia. Hidup nggak berkutat di sekitar kelompok itu terus-terusan kan?

Akhirnya, imho:

1)      Hidup nggak butuh manusia yang hanya merasa kuat dalam kelompok. Hidup butuh manusia yang bisa kuat baik bersama maupun sendiri. Karena, tak selamanya kita bersama.

2)      Tapi, mumpung ada kelompok yang bisa menguatkan, harus dimanfaatkan J Jadikan pertemuan dengan kelompok itu seperti charger, yang menyuplai energi positif untuk menjalani hari-hari depan. Jadi, selesai pertemuan bisa bilang: “fullly charged!

09122010/ 23:59 Kamar Aquarium

*sedang banyak pikiran

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s