Berharap (2)

Dalam momen yang sempit, kadang saya merasa kehilangan alasan untuk berbahagia. Dan kadang pula merasa kehilangan tujuan untuk hidup.

Sementara jatah waktu saya terus berlari, baik saya dalam keadaan waspada maupun dalam keadaan lalai. Tetapi tentu ada alasan mengapa kita tetap menjalani hidup ini meski tak jarang rasa penat bahkan muak menyergap.

Karena hidup ini karunia Tuhan, karena saya takut akan panasnya neraka bila saya memutuskan mengakhiri hidup sebelum waktunya.

Tapi, ada satu lagi yang menggugah saya: harapan terhadap masa depan. Padahal, masa depan seperti apa yang kita bayangkan? Bahkan itu pun belum jelas. Hanya bayang-bayang samar “masa depan yang lebih baik”.

Saya bertahan terhadap rasa bosan, melawan gundah, semua karena satu hal: ada yang saya tunggu, ada yang saya harapkan: masa depan. Dan semua orang akan selalu menunggu masa depannya sampai akhirnya jatah hidup habis.

Itulah, saya hidup dengan dua perasaan: takut sekaligus berharap. Saya takut terhadap perang, ketidakadilan, kejahatan, neraka dan segala hal buruk lainnya sementara di sisi lain saya berharap kehidupan ini akan bergerak menuju ‘hal yang lebih baik’.

Yang bunuh diri? Bahkan mereka tidak lagi berhasrat memiliki asa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s