Untuk (Calon) Kakak Perempuanku

Assalamualaikum,

Apa kabar, Kak? Semoga Ia selalu menganugerahkan kesejahteraan untukmu.

Seperti kau tahu (atau kau belum tahu?) aku punya 2 kakak dan 1 adik. Semuanya laki-laki. Karena itu aku ingin punya saudara perempuan. Sejak aku tahu kakakku memintamu –tepatnya, meminta Abi untuk memintamu, aku merasa harus menuliskan surat ini. Karena, cepat atau lambat, denganmu atau bukan, sunnatullah agung akan terjadi pada kakakku, insya Allah.

Dear, (calon) kakak perempuanku,

Aku memang ingin punya saudara perempuan, tapi 17 tahun menjadi adik, membuat ada semacam rasa tak rela melepaskan seorang kakak.

Maaf Kak, mungkin suatu saat aku kesal padamu.

Kesal karena jatah bukuku beralih jadi jatah bukumu. Kesal karena Winnetou dan novel-novelku—novel yang Aa belikan untukku– akan berpindah tempat dan digantikan buku favoritmu.

Mungkin suatu saat aku tidak bersikap manis padamu.

Karena sifat menyebalkan Aaku mungkin akan hilang. Aa yang sejak kecil memang menyebalkan. Ketika kecil, kami sering berkejaran karena aku tidak mau memakai gelas setelah dipakai olehnya. Dan hal itu membuatnya kesal.

Mungkin, sifat menyebalkannya perlahan kikis. Ia yang dengan menyebalkan bertanya dengan nada sedikit memaksa, “Kenapa Nifah? Cerita dong sama Aa!” saat aku menangis sepulang masa orientasi.

Mungkin, suatu saat, aku akan sedikit (atau banyak?) cemburu padamu.

Cemburu karena perhatiannya untukku akan pudar perlahan. Akan ada pengganti posisiku. Akan tetapi, kau akan lebih dari sekadar adik untuknya. Kau akan jadi adik, teman, sahabat, sekaligus pakaian baginya. Dengan peran mahahebat itu, bagaimana bisa aku menggesermu? Aku akan semakin tenggelam dari hidupnya.

Maaf Kak, mungkin suatu saat aku tidak akan membantumu.

Apalagi soal memasak dan urusan kewanitaan lainnya. Aku bukan ahli bidang itu. Mana mau aku tersaingi olehmu? Huh.

Tapi Kak, bila hal itu terjadi, ingatlah bahwa aku telah menunggumu sejak lama.

Dan bila kelak kau resmi jadi kakakku, aku akan menyambutmu dengan hangat. Sadar akan segala risiko yang telah menantiku. Namun, aku akan menggenggam tanganmu erat dan berbisik “Selamat datang di keluarga kecil kami!”

Ttd,

Hanifah

(Panggil aku Nifah saja)

Iklan

6 thoughts on “Untuk (Calon) Kakak Perempuanku

  1. great ,,,
    apakah aku atau nifah juga akan di tulisi surat seperti ini oleh (calon) adik kita ,,,
    moga dengan ceria kita bisa mengatakan
    ” maafkan aku adik kecilku ,,,”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s