Pantai Panjang


Kelas 2 SMA dulu, Abi, Mahmud dan saya melakukan perjalanan ke Bengkulu–lihat kebun sawitnya nenek. kebun sawit, ya jelas posisinya di perkampungan, Perjalanan ke sana nggak mudah, fyi. Agaknya saya kapok. –Walalupun menyenangkan juga sih, makan durian langsung dari pohonnya, kunang-kunang di dekat telaga, bintangnya terang, banyak alang-alang. Indah!

Tapi juga, jalan ke sana susah banget. Jalannya offroad. Makan seadanya. –bayangpun makan sarden yang saus encer supaya porsinya jadi lebih banyak! Itu derita buat orang yang pilih-pilih makan kaya saya.– Kemana-mana jalan kaki. Nggak ada listrik. Perjalanan dari kota masuk ke kampung lama banget. untuk sampai ke kampung SP, harus rela terguncang-guncang di atas jok motor dalam waktu yang lama. Kayaknya otot paling kuat, gluteus maximus, pun sudah nggak kuat lagi. Zzzz.

Dan ini dia, pantai kebanggaannya Bengkulu, Pantai Panjang.

–Berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, Pantai Panjang bukan buat berenang. Cukup lihat dari tepinya. Samudera yang deburnya keras. Matahari temaram. Pasir berwarna hitam. Pohon cemara di sepanjang bibir pantai.– Tumben kan? Kombinasi pantai dan cemara >.< apalagi ada Abi dan Mahmud juga. Amazing!

Sayangnya, memori digicam terhapus, jadi nggak ada kenangannya *garuktanah. Makanya saya gambarin pakai paint aja ya (?) Hehe.

Rugi, kalau belum pernah ke sana!

#sumatera

Iklan

4 thoughts on “Pantai Panjang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s