Sendiri

Selama ini saya sering menemukan rasa nyaman dalam kesendirian. Pulang lampung aja sendiri terus #alibi

Namun, belakangan, ada orang yang memasuki wilayah pribadi saya pelan-pelan. Tanpa sadar, porsi ‘me-time’ telah jauh berkurang.

Ketika kemarin ia mengabarkan bahwa ada hal lain yang harus dikerjakan hingga rencana kami –berkontemplasi di usatu tempat– terpaksa dibatalkan,

keinginan saya untuk pergi pun menguap sudah.

Hebat sekali laku kebiasaan. Kebiasaan berkembang jadi kebutuhan. Lalu sekarang?

Saya kembali memperlebar patok-patok wilayah pribadi –kesendirian saya.

Sometimes, we need to be alone, huh?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s