Janganlah Marah #Mut

Saat kecil dahulu, di malam hari kami –empat bersaudara harus belajar mengaji qiraati bersama Ummi. –walaupun ketika disuruh mengaji kami lebih sering bersembunyi di balik selimut, pura-pura tidur, hingga akhirnya benar-benar tertidur.

Kalau bukan mengaji, kami melakukan cerdas cermat kecil-kecilan. Pertanyaannya tentang para sahabat atau surat pendek. Yang paling banyak menjawablah yang menang :) *fyi, ini menyenangkan sekali.

Di lain waktu, Ummi bercerita tentang masa kecilnya atau memperbincangkan hal lain. Seperti yang akan saya ceritakan ini …

***

Suatu malam, bersama adik terbaik saya –Mahmud Abdul Halim– yang waktu itu masih duduk di taman kanak-kanak.

Ummi mengulang hadits pendek yang diajarkan oleh Ibu guru TK …

Ummi : “Laa taghdab wa lakal jannah. Janganlah marah dan bagimu syurga…”

Adik Mut : “Mi, kalau nanti Allah marah terus mau masukin kita ke neraka, kita tinggal bilang aja ya Mi, ke Allah: Laa taghdab wa lakal jannah.”

***

Hahaha :D saya nggak ingat apa jawaban Ummi saat itu,

tapi kecerdasan Adik saya itu memang mengesankan.

Juga, kebaikan dan kesabaran seorang Ibu itu memang keajaiban.

Dan nggak terasa, per 12 April lalu, Adik Mut sudah menginjak usia 16 tahun.

Adikku sudah besar T^T

Barakallah, selamat milad Adikku sayang, Mahmud Abdul Halim, semoga jadi anak salih kebanggaan agama dan orang tua :)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s