Hati-Hati Bicara

Entahlah. Tapi rasanya hari ini saya menyakiti hati seseorang. Ia mengungkapkan rasa syukurnya akan suatu hal. Tapi saya malah menanggapi dengan sinis. *kata-katanya nggak perlu diulang rasanya*

Lalu, ia memandang saya. Terkejut. Ada luka di matanya. “Apa?” tanyanya –ia tidak menangkap kata-kata saya dengan jelas.

Saya tak kalah terkejut. Inikah efek dari lima suku kata yang barusan saya lontarkan secara spontan? Sampai begini?

Namun, kami segera beralih ke hal lain yang memang harus kami bicarakan.

Sejak tadi malam hingga sekarang, saya kepikiran. Berapa banyak kata-kata refleks –nggak lewat otak dulu–, yang meluncur dari lisan saya, dan menyakiti hati orang lain?

Memang, apa sih yang saya tahu tentang isi hati orang, sampai bisa-bisanya saya begitu menghakimi?

Astagfirullah.

Saya malu ya Tuhan.

**

Teringat suatu kisah,

Suatu hari, Umar bin Khattab mendatangi Abu Bakar dan dia sedang memegang dan menarik lidahnya keluar mulut. Lantas Umar berkata, “Hentikan perbuatanmu! Semoga Allah mengampunimu!”

Kemudian Abu Bakar berkata kepada Umar, “Lidah ini telah memaksaku untuk menuturkan keburukan, padahal Rasulullah telah bersabda, “Semua bagian dari angggota tubuh ini akan mengeluhkan pedas, jahat, dan buruknya lidah.”

**

Setelah sedikit yang saya ketahui tentang bahaya lisan, belumkah tiba saatnya untuk mengambil pelajaran?

Seperti juga kata pepatah, ada tiga hal yang tidak bisa ditarik kembali: anak panah yang lepas dari busurnya, kesempatan yang diabaikan dan kata yang telah terucap.

Semoga terpatri dalam hati. Amin.

Iklan

2 thoughts on “Hati-Hati Bicara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s