Masih Indonesia

“Kalo kita ada di hutan, Ipeh pasti mati duluan,”

kata seorang teman, sehabis pelajaran olahraga. Dia tahu saya orangnya suka pilih-pilih makanan. Saya cuma tersenyum kecut waktu itu.

Oke, dulu itu cuma candaan. Ya ampun, ngapain juga saya tinggal di hutan. Tapi sekali lagi. itu DULU. Saat saya belum masuk Kampus-yang-lulusannya-disebar-ke-seluruh-penjuru-entah-dimana-di-Indonesia ini.

Hingga liburan kemarin, saya nggak ambil pusing. Ketika Lia, teman saya, bertanya dengan nada cemas, “Mus, beneran kalau kamu lulus, ditempatin di seluruh Indonesia?” “Iya,” jawab saya santai. Oh yeah, waktu itu yang ada di pikiran saya, seluruh Indonesia adalah: Jakarta, Bandung, Yogya, Palembang, yah atau Lampung deh, tempat asal saya.
Namun, saudara-saudara, hal yang baru saya sadari adalah Indonesia itu beneran luas Ada tempat-tempat yang masih Indonesia, yang nggak terbayangkan.

Kenapa saya tiba2 sadar akan hal (mengerikan) itu?

Kakak kelas saya, Mbak Tyas , lulus tahun kemarin. Ia bekerja di Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara (DJPB). Saat penempatan kemarin, ia ditempatkan di Kolaka, Sulawesi.

Kolaka mulai mencuri perhatian saya ketika saya mengerjakan tugas Akuntansi Keuangan Menengah. Tema yang kelompok saya pilih tentang Contingent Liabilities. Tiap orang mendapat jatah untuk menganalisis laporan keuangan satu perusahaan. Saya memilih PT. ANTAM. Di situlah pertama kali saya lihat nama Kolaka. Dan *cling* yang langsung mampir di benak saya adalah “Oh ini kan tempatnya Mbak Tyas!”

Lagi-lagi yang terbayang di benak saya adalah yang indah-indah. Kolaka itu semacam latar untuk novel serial anak mamaknya Tere Liye. hehehe :3 *berpikiran positif ceritanya.

Tapi, ternyata dari kabar yang saya dapat dari Mbak Tyas, di sana listrik sering padam. Harga aqua galon 33ribu. Akses informasi sulit. Nggak ada Gramedia. Dan segala macam hal nggak enak lainnya.

Ditambah lagi, tanggal 11 Juli kemarin ada gempa. Saya nggak tega bayanginnya, seorang wanita dengan postur imut yang ngungsi di depan kantor malam-malam. Listrik sempat padam, Khawatir terjadi gempa susulan, gerimis pula. Dan hal paling buruk adalah: jauh dari keluarga.

YaTuhan. Mampukah saya kalau kelak mengalami hal yang sama?
Tiba-tiba saya teringat kata-kata teman saya itu; di hutan, saya akan mati duluan.

Mau nggak mau pertanyaan klasik menyesaki otak saya;
ini nih yang namanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?
Rutukan basi juga sempat terlintas, di masa lalu pembangunan berpusat di Jawa doang sih, gini kan jadinya?

tapi…

Ini Indonesia loh, Nifah!
Ini tanah airmu yang luas!
Ah, rasa-rasanya saya ingin menangis.

*menyimpan kekhawatiran untuk tahun depan :’)
#menghibur diri: “Dimana saja kan masih bumi Allah” >> yah, let’s see masihkah kata-kata ini berguna pada masanya nanti (?)

[PENTING]
untuk informasi lebih lengkapnya : blog mbak Tyas

Iklan

6 thoughts on “Masih Indonesia

  1. setelah lama ngecek ga ada perubahan,, jadi lama ga ngecek,,
    eh giliran buka lagi… ud ketinggalan banyak bangeeet…..

    btw mbak ipeh, kalo cuma listrik mati tiap hari, ga ada gramedia, jarang angkot… di lampung timur yg (bukan) pelosok juga begitu…. ;)

      • engga da gempa sih,ga bener-bener tiap hari mati lampu juga, tapi yah masih sering banget mati lampu, apalagi kalo musim hujan badai,,
        jauh dari pantai (padahal lampung punya banyak banget pantai, -__-) mungkin sekitar 3 jam-an,, terakhir ke pantai (di lampung) entah kelas 2 atau kelas 3 sd.
        ke gramed yg di lampung seumur2 baru sekali,,
        dan yah ke metro (kami lebih sering ke metro daripada ke sukadana, ibukota lampung-timur) kalo naik motor sendiri sih bisa setengah jam, tapi kalo naik angkot, hehe tergantung nasib deh,, kalo mujur bisa sejam nyampe, kalo kagi buntung bisa 2 jam belum nyampe-nyampe…..

        tapi tenang mbak,, ga ada jejak kemenkeu kok disana,,, haha

  2. berarti Navis sudah “siap” penempatan ya ;’)
    Keren sekali.
    jadi kepingin main ke rumah Navis >.<

    Ayo main ke rumahku yuk :3
    nanti kuajak ke Gramed deh
    jadinya dua kali pernah ke sana hehe

    :D
    :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s