Hard Time

Tingkat III.
Saya udah bilang kan, kalau mau menikmati setiap momennya?
Hmmm,

ini dia komentar dari teman saya:
“Ipeh, kok sering nyalin tugas orang sih sekarang?” >> (saya mengerjakan tugas AKL, saat perkuliahan, 2 jam sebelum mata kuliah dimulai, dan -tentu- menyalin kerjaan orang.)
itu salah satunya,
masih ada komentar-komentar
“Ipeh kok begini?” atau “Ipeh kok begitu?” lainnya.

dasar manusia, memang paling banyak membantah dan mencari pembenaran.

**

Jadi ceritanya, kelas saya terdiri dari 35 orang >> ganjil >> ada yang duduk sendiri.
Jumlah perempuan ada 7 orang, sisanya laki-laki.
nah, berhubung teman2 perempuan yang lain sudah memiliki teman duduk yang permanen,
sisanya…
ya sisanya duduk sendiri atau duduk dengan anak laki-laki.

Iya. Sisanya itu saya.

**

kata teman saya yang lain, “Memang nggak ada temen, Peh?” #jleb
“Yah,” kata saya, “Gue nggak mau ganggu rumah tangga orang.”
(baca: yang lain kan udah klop sama teman sebangkunya, ngapain juga si Ipeh mengacau)

Saya tahu kok, rasanya sudah cocok sama teman sebangku. Karena di tingkat I dan II dulu, keadaannya sama: jumlah mahasiswinya ganjil dan biasanya ada yang duduk sendiri. Bedanya: kali ini di tingkat III, orang yang beruntung itu saya.

Jadilah sekarang, tempat duduk saya tidak tetap. Tidak ada orang yang ‘ngecup’ tempat duduk duluan seperti dulu-dulu. Manapula, saya datangnya seringkali mepet, jadilah duduk di tempat paling depan. Atau duduk paling belakang dan lebih banyak ngobrolnya. Atau duduk sendiri di barisan paling depan dan mengantuk. Ouch.

Yap. Positifnya, karena teman sebangku saya sering berganti, saya jadi kenal lebih banyak orang kan? :)

**

saya nggak bilang kalau ini penyebab kenapa saya banyak mengalami penurunan di awal semester V ini. tapi rasanya ya, (teteup kemalasan menjadi pemegang saham terbesar) yang satu ini juga jadi salah satu sebabnya :( Ternyata masih butuh teman seperti Afifah, yang mengingatkan untuk ngerjain PR, yang mencubit kalo ngantuk, yang … kehadirannya di samping saya saja sudah membuat saya nyaman.

Benar rasanya, kita lebih menghargai sesuatu jika kita sudah kehilangannya.
Jadi esok, saat kau menghadiri kuliah, sempatkanlah untuk sekadar berucap pada teman sebangkumu: “Terima kasih” :)

[3hari menjelang UTS, harus mengebut bab 3,4,5 AKL :O]

Iklan

8 thoughts on “Hard Time

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s