Selintas Tanya

#1
Jauh di Mata Dekat Di Hati. Kenapa begitu?
apa hal itu berarti: dekat di mata jauh di hati?
kadang saya sering merasa kalau itulah maksud implisit dari ungkapan itu.
meski tidak selalu (sih).
sigh, seharusnya saya berhati-hati karena ini soal hati.

#2
mengapa ‘rasa’nya beda?
Perasaan saya saat membaca “5 sekawan: Di Pulau Harta” di kelas 3SD berbeda dengan saat saya membaca 5 sekawan (dengan judul berbeda) saat kelas 1Mts.
Begitu pula “Winnetou I” yang saya baca kelas 3 MTs berbeda dengan “Winnetou I, II, III, IV” yang saya baca di kelas 2SMA.
Sebelumnya terasa begitu seru dan mengasyikkan.
Tetapi seiring berlalunya waktu, rasa seru saat membaca itu hampir hilang.
inikah –lunturnya imanjinasi, hilangnya antusiasme– salah satu pertanda sebuah kata yang sering disebut ‘tua’?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s