Apa yang Paling Penting?

Sore ini saya bersepeda ke sektor 3a, hendak mengambil kiriman tambahan dari Ummi di ATM.
Karena sudah ditransfer sejak beberapa hari yang lalu, saya tenang-tenang saja –karena dipikir ‘toh di ATM masih ada uang’
*ketahuan ya, nggak bisa saving ._.*
Namun ternyata penarikan gagal. Saldo tidak mencukupi. Err.
Tiba-tiba saya pun sedih.

Tak lama setelahnya, saya merasa sedih kembali untuk alasan yang berbeda.
“Mengapa saya sedih cuma karena hal nggak penting?”

Saya pun berpikir; sebenarnya apa hal yang paling penting?
materi kah?
atau mungkin kebahagiaan?
Katanya materi nggak bisa memberi kebahagiaan –tapi salah satu cara mencapainya via materi, bukan?
atau mungkin rasa syukur? penerimaan yang tulus atas takdir yang ditetapkan Tuhan?
Iman? Amal baik? Akhir kehidupan yang indah?

Sehabis itu saya malah kepikiran dan bersepeda tanpa tujuan keliling komplek dengan gowesan sekadar plus air mata di pelupuk yang hampir tumpah.

Rasanya, yang terpenting bagi seseorang itu bergantung pada pengalaman hidup masing-masing. Buat yang sejak kecil yatim-piatu, mungkin baginya yang paling penting keluarga. Bagi yang sering merasa terbuang, mungkin yang paling penting baginya adalah pengakuan.

**

saya pun bertanya ke beberapa orang mengenai hal ini ke teman kos, teman sekamar, juga orang tua saya.

Mbah Irman bilang:
“Kalau buatku sih ya, yang paling penting itu diri sendiri. Pengertiannya bukan egois, tapi hati yang dipunya tiap-tiap manusia. Karena apabila hati itu rusak atau jelek, maka semua yang dilakukan anggota tubuh yang lain ikut jelek. Begitupun sebaliknya.

Ketika kita ingin mengubah orang lain jadi lebih baik, maka kita dulu yang harus lebih baik. Kita juga diperintahkan berbuat baik seperti layaknya kita berbuat baik pada diri sendiri.

Ada juga pepatah ‘nasihat terbaik adalah contoh yang berupa tindakan’ Itu menunjukkan bahwa kita harus melihat bagaimana diri sendiri sebelum orang lain.

Hal yang paling penting buatku itu .. ya diriku sendiri”

ketika saya bertanya ke orangtua saya:

si Ummi malah bertanya balik: “Menurut Teteh apa?”

kalau Abi bilang:
“Secara umum, ridha Allah dan masuk syurga –artinya menghindari murka Allah. Tercermin dari ungkapan Rasulullah sepulang dari Thaif. Teteh bisa lihat ungkapan beliau di sirah nabawiyah (oh oke saya belum buka).
Adapun ‘terpenting’ yang bersifat pribadi tergantung dengan kebutuhan mendesak. Contoh, orang sakit. Kebutuhan terpenting baginya adalah kesembuhan, sehingga dia sanggup berkorban demi kepentingan tersebut. Begitu menurut Abi.”

Eh terus si Ummi sms:
“Ridho Ilahi is the most important thing in life. Isn’t it?” –> curiga si Ummi konsultasi dulu ke Abi sebelum jawab sms -.-

**

See? Jawabannya bergantung pada pengalaman dan pemahaman hidup.

Lalu, kembali ke pertanyaan awal, apa yang terpenting buatku?
Saat ini masih belum tahu
tapi ya Allah aku benar-benar ingin mengetahui jawabannya lewat pengalaman dan pemahamanku sendiri –sebelum usiaku habis.

*setelah baca ulang: ini kok ada yg ‘saya’ dan ada yg ‘ku’ (?) –yasudah biarlah*

Iklan

4 thoughts on “Apa yang Paling Penting?

    • *rumputnya nggak jawab tuh mir*

      mungkin kita harus tanya ke kingdom fungi yang transfer pengetahuan ke generasi selanjutnya nggak pernah putus. *tiba-tiba lompat ke Partikel*

      • njawab kok peh, cuma mungkin kitanya yg kurang ‘mendengarkan’. haha
        gak pernah putus gimana peh? *jadi pngen baca partikel tatkala laporan pkl belum kelar

      • hahaha di Partikel juga dibilang begitu “Alam itu berbicara, tapi kita yg tidak mendengarkan karena dunia terlalu bising” *nggak tau deh redaksinya bener ga*

        Oalah kemarin yg baca Partikel punyaku itu si Rori. mirip sih sama mirsa. Sodara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s