reuni kecil @ bdg

Suatu hari mendapat sms dari Nada: “reuni kecil-kecilan di bandung yok? Tanggal 8-9 September. Confirm ya ^^”. Menurut jadwal, laporan stulap saya harus dikumpulkan pada 6-7 September, yang kemudian dilanjutkan Tes Kesehatan pada 10 September dan Capacity Building tanggal 11-18 September. Baiklah, berarti tanggal segitu nggak ada agenda. Ekoooot!

Ternyata saya ketinggalan informasi, laporan stulap boleh dikumpulkan pada 10-11 september. Sigh. Tapi berhubung sudah janji mau reunian, saya kembali ke Bintaro tanggal 6 September. Anggota SF sekarang ada 7 orang (normalnya 9). Namun, ada 3 orang yang belum masuk. Jadilah, di kosan hanya ada 5 orang tersisa termasuk saya. Benar-benar sepi dan membuat saya mikir yang aneh-aneh T^T

Jumat paginya (7 September), berangkat ke bandung pukul 10 naik Baraya. Penumpangnya waktu itu cuma 5 orang: 2 orang mahasiswi, 2 orang asisten rumah tangga, dan saya sendiri. Naik Baraya adalah rekomendasi dari Diina. Saya kira karena pool Baraya lebih dekat dengan kosannya dibanding X-Trans atau Cipaganti. Ternyata … karena Baraya itu paling murah: 58ribu.

Memasuki kota Bandung. Ini pertama kalinya saya ke Bandung sendiri. Rasanya senaaang! Lansekapnya bagus, gedung-gedung tua bercat putih ada banyak, e.g. RSHS, dan yang paling utama suasananya sejuk. Oya, tapi sejak keluar tol Pasteur, yang duluan kelihatan adalah billboard iklannya brownies Amanda. *menelan ludah*

Ada yang lucu juga:
jadi kan 1 travel itu ada 3 baris tempat duduk di belakang supir. Baris 1 adalah 2 mbak2 mahasiswi, selanjutnya saya dan ART1, dan yang paling belakang, mbak ART2.
waktu sampai di Pasteur, 2 mbak2 kuliah turun disana dan bilang ke ART1 yang duduk di barisan saya: “Mbak turun disini aja. nanti naik angkot X”. Nah, karena tempat duduk saya sebelah pintu, saya ikut turun, memberi jalan kepada mbak ART1. nah, saat itulah mbak ART2 panik. dia manggil-manggil saya: “Mbak, mbak juga turun disini?” Eh? Heran dong. Ternyata si mbak takut ditinggal sendirian. Saya dan si Mbak pun turun di pool paling akhir, SPBU di depan jalan Pusdai.

Ada cerita lain juga:
Itu kan hari Jumat, dan laki-laki muslim wajib menunaikan salat Jumat dong ya? Nah, di perjalanan saya gelisah. Pak supir ini mau salat dimana ya? Mendekati pukul 12, travel berbelok ke rest area, jalan terus sampai terlihat masjid. Ah, saya lega. Si bapak mau salat disini. etapi, kok travelnya lanjut jalan? Travel nggak berhenti saudara-saudara, dia lewat situ cuma untuk pengecekan. Kami pun berjalan terus. Mau mengingatkan lah kok nggak enak: akhirnya berasumsi kalau si bapak mungkin nonmuslim *sedih ga berani ngingetin*:(

***

Okelah pokoknya tralala setelah naik angkot sampai McD simpang, -dan disitu dijemput mba fi- terus ke ITB dulu, sampailah saya di kosannya Timmy di daerah Dago Atas. Senang bukan main ketemu anak cempreng satu itu. Katanya, “Mus karena kamu mau dateng nih aku shampooan” (Jadi selama inii?)

Kostnya Mbak Fi dan Timmy tempatnya agak jauh dari kampus itb, tapi tempatnya asik. ada ruang tengah yang luas untuk kumpul bareng2. oya, dan yang bikin iri poool adalah, ada ibu yang bantu: nyapu, ngepel, nyuci baju -well, pakai mesin cuci-, nyuci piring, yang upahnya 100ribu per bulan. Maaaauuu T^T Kenapa di SF nggak adaa? Kenapa baru ada yang bantu2 bebersih di SF setelah saya lulus? Kenapa? Kenapaa?

Di kosan ini, ada 7 orang penghuni: Mbak Fi, -aduh maaf lupa namanya-, Asiah, Fatimah (asli), Devy, Fatimah (palsu a.k.a Timmy), dan Kak Maryam. Orang-orangnya aktif, ketika saya kesana, pada lagi sibuk ngurusin osjur. Buku-buku yang terpajang di rak sana asli bikin ngiler. Ada Nagabhumi, Artemis Fowl, Gadjah Mada, banyaaak. Betah lah pokoknya. Air disana juga segar banget, beda jauh sama air di SF :'(

Malamnya, bareng Diina, Mba Fi, Timmy, dan Asiah makan di Surabi Setiabudi. Tempatnya rame banget. Manapula itu lagi weekend. Surabinya macam-macam deh. Saya pesan surabi pandan saus gula, surabi ayam saus telur mayonnaise, dan yoghurt rasa strawberry. Kenyang pake banget. Ternyata satu porsi serabi sudah cukup banyak untuk mengisi perut.

Esoknya (Sabtu, 8 September)
Sarapan pagi-pagi di simpang sama Timmy, lalu menjemput teman-teman di Leuwipanjang. Nada, Eka, Chodi, dan yang terakhir datang adalah Lala. Segera saja kami heboh di terminal. Ribut-ribut-pelukan-nanya kabar-saling melempar komentar. *Cling* tiba-tiba si Timmy yang memang suka bikin onar ngajakin jengukin Sarah yang baru selesai di-LASIK.

-Sarah diajakin main dan dia bilang: “Mata gue bengkak. Kemarin abis LASIK.” Lalu paa yang dibilang si Timmy? “Jengukin Sarah yuk. Dia lagi sakit. Kemarin habis operasi.” -____- Artinya kok beda banget ya –

“Tim, emang rumah Sarah dimana?”
“Di Cimahi Utara”
“Alamatnya?”
“Yaudah kita ke Cimahi Utara aja. nanti di jalan kita tanya-tanya. Biasanya juga gitu kan kalo jalan.”
“Tim telfon Sarahnya duluu”
*menuju ke angkot kemudian naik*
sigh. yaudah deh yaa.
Sarah ditelfon, di-BBM, nggak ada jawaban. Bingunglah. Sampai kami akhirnya berhenit di Mall Cimahi -jauh-jauh ke Bandung tapi ke mall Cimahi. olaaah.- Luntang-lantung nggak jelas, kami makan di bakso tomat. Alhamdulillah sudah dibalas si Sarah. Daritadi dia ketiduran _—-_
kami putar balik, lumayan jauh, ke daerah yang sebelumnya sudah kami lewati. nggak ngerti deh itu dimana, tapi yang jelas melewati rel kereta api, dan untuk menuju rumah tantenya Sarah, kita harus naik andong. bayangkan, kami ber-6 plus 1 orang kusir dan 1 orang kenek (?) ditarik seekor kuda. benar-benar tidak berkeprikudaan >.< *ngeri sekaligus seneng karena bareng2*

-pembelaan: sebenernya mau naik andong yang berbeda, tapi kata abangnya naik yang ini aja. gapapa. kalau pisah andong kan bayarannya juga lebih kecil-

..muter sana, muter sini …
kenapa rumahnya Sarah nggak ketemu-ketemu? Padahal waktu sudah menunjukkan pukul empat sore.
kami berhenti di dekat masjid. Dadaaah kuda. maafkan kami ya.
tapi, tuing tuing, kami berhenti di tempat yang salah ._.
jadi harus jalan lagi. cukup jauh dan menanjak.
oh, mungkin itu hikmahnya kali ya, kasian juga si kuda membawa 8 orang nggak sadar berat badan di jalanan menanjak.

Sudah ditunggu Sarah ternyata, tapi matanya nggak bengkak. *penjenguk kecewa* Kata Timmy, “niat kita cuma mau datang dan ngetawain kamu kok Sarh”

di tempat Sarah, cerita ini-itu sampai Magrib, terus lanjut dibikinin makan malam sama neneknya Sarah :”

Nah, kami –sebenarnya Eka aja sih– berniat sekali ke Kawah Putih. Entahlah, penjajakan sebelum pre-wedding (?). Untuk kesana, ya paling mudah nyarter mobil. Cipaganti 800 ribu (Alamak), trus ada juga Bastian 500ribu. Nggak tega ngeluarin uang segitu.. sampai malam, saat diminta konfirmasi, kami belum membuat keputusan nyarter mobil atau nggak.

(Minggu, 9 September)
Kita jadi nggak ke Kawah Putih ooi?
Ayo, coba rental ke Salman.
pagi-pagi jadi riuh karena berusaha menghubungi jasa penyewaan mobil. telfon sana telfon sini.
Hampir semuanya bilang kalau nggak ada armada lagi. Semuanya sedang disewa.

akhirnya kembali ke awal, sewa Avanza 500ribu per 12 jam di Bastian. Alhamdulillah dapet juga. *Lega.
Sepanjang perjalanan, ribut terus. Mulai dari Timmy yang nggak mau dengerin lagunya Rossa *pusing katanya*, sampai si Timmy (lagi) yang mau berhenti sebentar supaya lagu-lagu dari hp-nya bisa diburn ke CD dan diputar di mobil. Yah, pokoknya segala sumber asal muasal keributan adalah Timmy.

Pas berangkat, dia bilang begini: “Eh, 3 atau 4 tahun lagi, kita jalan bareng lagi ya! Nanti gue deh yang nyupirin, tapi khusus buat yang jomblo aja.”
balasannya adalah:
“Tim, yaudah sana lo jalan-jalan aja sendiri.”
Hahaha. Poor Timmy X)

Katanya, pada mau jalan-jalan sampai malam. Saya dan Nada yang sudah berencana pulang minggu sore karena ada urusan di Senin pagi pun terhasut. *Oke tepatnya saya yang terhasut. Nggak relaa mereka bareng-bareng terus saya sendirian di kosan SF* Tiket X-Trans yang sudah dipesan pun saya mutasi jadi hari Senin pagi.

Ke Kawah Putih itu… yang capek adalah perjalanannya. tapi tetep aja seru karena bareng2 sama teman2 tercinta :D Walaupun ketika pulang, di-torture Timmy dengan suaranya yang cempreng itu X|

Nada harus balik ke Darmaga. Ada kuliah pukul 1 siang. Takut nggak terkejar, akhirnya ambil Cipaganti yang jam 8. Kira-kira sampai di Darmaga pukul 1 malam. Bingunglah. Siapa yang mau jemput selarut itu? Telfon sana-sini, cari kira-kira siapa yang bisa jemput. Akhirnya nada terselamatkan, ada temannya yang bisa jemput. Alhamdulillaah.

Kami sampai lagi di Dago sekitar pukul 9 malam. Ternyata Timmy dan Diina ada praktikum besok. Dan sebelum itu harus mengumpulkan TP (?) dulu. Karena Diina beda kosan, yang kulihat adalah Timmy –nggak tidur karena ngerjain TP. *setelah sebelumnya diajak bercapek-capek ria di Kawah Putih.
Feel terrible. Nggak bisa bantu apa-apa juga karena nggak ngerti pelajarannya :((
Salut sama mereka, organisasi oke, kuliah oke.
(Ah, jadi kangen kuliah yang sudah selesai. Dan juga mikir: pernah nggak sih, nggak tidur karena ngerjain tugas? :|)

Travel pukul 6.30. Kami berencana keluar dari kos pukul 5.30. Kami pun nggak tidur, karena takut bangun kesiangan. Saya juga merasa sangat sayang melewatkan waktu bersama teman-teman dengan tidur. Benar saja, terjaga sampai pagi. Banyak hal yang belum pernah saya dengar, banyak sekali hal-hal yang terjadi selama 5 tahun belakangan. Tapi yang paling panjang adalah cerita Chodi. *di akhir baru tahu kalau Abinya Chodi dan ummi saya adalah teman sejak SMP hingga kuliah. Aih, baru tahu setelah selama ini berteman? #semacamtakjub *

-Agak tega juga sih, kamar sebelah nggak tidur ngerjain tugas, sebelahnya lagi nggak tidur karena ngobrol. tapi gimana lagi nggak bisa bantu T^T-

Benar saja, pukul 5.30 nggak kurang kami check out #halah dari kosan.
Terimakasih banyaaaaak.
Bertemu kalian itu semacam dapat suntikan semangat yang berdosis tinggi.
Kalian emang bikin bangga!

Pas pulang, dapet sms dari Timmy
10 Sept 2012 10:39:01
“Assalamualaikum, ini gue Timmy :3 Makasih banget yaa bocah, udah mau main ke bandung. Sampai saat ini gue masih terharu :) Gue terharu kalian milih Bandung dan terhaur milih gue, Diinaama Mba Fi sebagai orang yang kalain tuju :D
Kawan doain gue ya, jadi lebih sering salat, doa, lebih sabar, lebih tegar dan tekun, lebih berani. Doain gue juga bisa kuliah praktek di Bali, doain sebelum lulus bisa exchange ke luar negeri:)
Tolong doain ya kawan2 tersayang :)
Kalian membuat aku bersemangat dalam menjalani banyak hal. Sekali lagi Makasih :D

Timmy -”
Aamiin Tim!

Ah, nuansa Husnul Khatimah masih kental terasa kalau sama kalian.
Alhamdulillaaah, pernah menjadi bagian dari kalian.
Semoga kalian disayang Allah, teman-teman sayang :))

Timmy?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s