Catper: Tujuan Utama (4/5 part 1)

Ammi Aan selesai salat Jum’at. Kami melanjutkan perjalanan. Ngomong-ngomong, di daerah sini rumah nggak ada nama jalan dan nggak ada nomornya. Yang ada adalah Jorong X, Nagari Y, Kabupaten Z. Trus gimana nyari alamatnya?

Nggak tau gimana caranya, tahu-tahu kami berbelok di suatu jalan, hampir sampai ke kediaman Uni. Adatnya, di Padang itu kalau ada yang ‘baralek’ (pesta) akan dipasang umbul-umbul di sepanjang jalan, yang namanya marawa. Warnanya mirip sama bendera Jerman.

Ini yang namanya marawa

Ini nih yang namanya marawa

Degup jantung terasa lebih cepat. Aaaah, mau ketemu Uni. Akhirnyaaaa!

Tarub sudah terpasang di depan rumah. Oh ini rumah Uni. Sampai juga :’) Kata Ammah Ika, “Alhamdulillaah, sampai tepat waktu. Kalau nggak, service Ammah Ika gagal. Yasudah sana kalian berdua cepat masuk dulu!”

Di dalam sudah ramai. Pas masuk, aktor utama kita hari ini, Mas Dirga, baru turun dari tangga. Aaaa! “Poto dulu mas Dirga, poto duluu!” kata saya. Mas Dirganya mau sok jual mahal nggak mau difoto -_- tapi beliau akhirnya berpose mengangkat jempol. Ciis!

poto dulu Mas Dirga, poto dulu!

poto dulu Mas Dirga, poto dulu!

Uni ada di lantai 2, baru selesai dimake-up. Itu dia kamar pengantinnya >.< Uniii! Uni cantik sekali, dibalut kebaya berwarna putih beraksen hijau pupus. Baru masuk kamar dan lihat Uni, air mata saya langsung tumpah nggak pakai aba-aba. T^T Un, aku padamu. Tuh kan, Uninya jadi nangis juga. Hanifah kamu inih -_-' Niat kesini mau merusak make up orang ya?

Uni, aku padamu

Uni, aku padamu

Peluk Uni. Aaaak Uni. Semangat menjalani momen bersejarah ini. Semangat Unii. Bismillah. Kami padamu.

Oyah, barang-barang kami masih di mobil. *tepok jidat* Turun lagi ngambil barang. Pamit sekaligus berterimakasih sama Ammi Aan dan Ammah Ika yang udah nganter kami ke tujuan.

*bingung* Ini barang-barang mau diletakkan dimana coba? Kami taruh begitu saja di samping rumah. Di bawah meja makan. Urusan nanti deh barang-barang itu, yang penting kami nggak ketinggalan menyaksikan akad.

Kami masuk. Yaaah sudah ramai. Makanan disediakan di atas taplak. Di pojok sana ada Mas Dirga yang tampak tegang dan di pojok sini ada Uni (yang juga tegang) lagi dikipasin sama Khayla (adik bungsu Mas Dirga). #sweet

Khayla ngipasin Uni :3

Khayla ngipasin Uni :3

Epi dan aku di belakang, berusaha meng-capture momen ini.

Karena orangnya ramai, ada beberapa taplak yang dilipat kembali dan hidangan yang dipinggirin dulu supaya ruangan lebih lega. Semangat saya bantu minggirin hidangan itu. Sambil ngasih kode ke Epi supaya cup tempat di depan. Makin dekat makin bagus! Yeah (y) Sebenarnya agak nggak sopan juga sih karena di belakang kami ada orang-orang sepuh yang lebih berhak mendapat tempat lebih depan. Tapi …. tapi … *sungkem satu – satu*

MC memulai acara, ada sambutan dari kedua belah pihak keluarga, disambung petatah-petitih dari para tetua. Lanjut, pembacaan surat Ar-Rahman oleh Mas Dirga. Suasana benar-benar haru (dan tegang juga).

Lanjut, pembacaan akad nikah. Un, akad yang "hanya" 3 menit itu akan mengubah statusmu, juga mengubah seluruh hidupmu Un T____T *Udah mulai gemetar.

Bekerjalah alat canggih Epi dan saya (digicam + hp tanpa kartu memori). Bersiap merekam pembicaraan akad, karena memori terbatas T^T Hapus-hapusin semua gambar dan video yang kira-kita ga masalah kalau dihapus. Hiks. Sambil juga melaksanakan live tweet. Sudah dibagi tugasnya, Epi menyiarkan via facebook dan saya via twitter.

Akad nikah. Kamera siap. Deuh ini kenapa nggak bisa nge-zoom *lempar hp* *tangkep lagi* Ini juga kenapa banyak banget yang ngerekam yak, jadi kan banyak yang berdiri. Dari stasiun teve mana aja sih?

hoi, dari stasiun teve mana aje?

hoi, dari stasiun teve mana aje?

Bukan akad nikah tapi LATIHAN akad nikah. Akad dibacakan oleh (siapa sih yang bacain ijab qabul? penghulu? wali? :s) yang diikuti Mas Dirga. "Saya terima nikahnya Septrianis Hazra binti Hazmi dengan maskawin uang tiga dinar serta seperangkat alat sunat …"

Mas Dirga kepleset lidah. Seharusnya salat terucap sunat. Hehe masih mirip-mirip kok Mas Dirga :) Karena itu, kami para hadirin tertawa. Suasana tegang jadi cair. Nggak tau deh, perasaan Mas Dirga waktu itu seperti apa. (Any comment, Mas DSM?)

Tapi kami para hadirin dimarahin sama tetua T.T Katanya, tidak seharusnya kami tertawa. Seharusnya kami mendoakan supaya ijab qabul berjalan lancar. (Iya Pak. Maaf ya. Kami bukan tertawa yang gimana, tapi tertawa karena lucu Pak. #pembelaan). Bismillah. Lancar. Bismillah. Bismillah. Lancar. Mendoakan dalam hati.

Ijab qabul yang sebenarnya (bukan latihan) cukup satu kali dan kata para saksi, "SAH!" Alhamdulillaaah. Barakallah! :D

Selanjutnya pembacaan sighat ta'liq, penandatanganan buku nikah, sungkem kepada kedua orangtua, pemakaian cincin kawin dan gelang :"""""")

Ahem, pamer buku nikah dulu :))

Ahem, pamer buku nikah dulu :))

foto sekeluarga besar

foto sekeluarga besar

Habis itu barulah hadirin berdiri menyalami pengantin. Uniii~ Sampai di hadapan kedua pengantin, berdoa dalam hati "Barakallahu laka wa baraka 'alayka wa jama'a bainakumaa fii khair." Berkahi kedua saudaraku ini sepanjang hidup ya Allah. Aamiin.

salaman sama Uni sehabis akad :')

salaman sama Uni sehabis akad :’)

Karena kami yang muda-muda *uhuks* ini ngantre salaman di bagian akhir, habis salaman kami bisa ngobrol sama Uni. Saya sudah sampaikan salam dari kalian ya temin-temin, baik yang khusus buat Uni, khusus buat Mas Dirga, maupun salam buat keduanya.

Tiba-tiba Mas Dirga nanya, "Piala mana Peh?" Uhuks. Jleb sampai ke hati. Mana pialaaa? "Hehe. Nggak bawa mas Dirga. Ntar yak, mabeng insyaAllah dateng bawa piala ke resepsi yang diJakarta."

— Sudah tradisinya, kalau ada mabeng (anggota Media Center) yang menikah, maka akan diberikan dua piala. Satu piala tetap dan satu piala bergilir. Kalau ada mabeng lain yang akanmenikah, maka si pemegang piala bergilir wajib menyerahkan piala tersebut ke mabeng selanjutnya. Quite nice, huh? :))

Sayangnya, itu nggak tahu tradisi nggak tahu mitos. Sampai sekarang pun saya nggak tahu bentuk piala itu seperti apa. Cuma sekadar tahu cerita dari mabeng angkatan atas.

Sebenarnya sudah pernah tanya soal ini ke Pak PU, Adit. Kata Adit, "Pialanya sudah hilang, Peh."

Menyesal juga sih karena pas di rumah kok nggak kepikiran untuk inisiatif bikin piala buat Mas Dirga :(( —

Naah, sesi foto-foto sama Uni. Asiiiik. Tapi siapa yang mau memotret kami bertiga? Eh, ada orang baik yang menawarkan diri. Namanya, *uhuks* Mas Dirga. Di pernikahan mana coba, ada tamu dipotret oleh pengantinnya? :')

pic taken by the groom :D

pic taken by the groom :D

Kedua artis kita hari ini –Mas Dirga dan Septri– banyak job foto. Kami ada di belakang mereka. Terlihat sekali kalau Mas Dirga kebingungan. Hahahaha *ketawa jahat* Ini tangan maudiletakkan dimana? Tangan Mas Dirga mengepal lalu membuka dan mengepal lagi. Hahaha. Yang penting letakkan di belakang lah ya, kan kelihatannya pegangan :D

Perhatikan tangannya Mas Dirga :3

Perhatikan tangannya Mas Dirga :3

Epi dengan usilnya menarik kemeja Mas Dirga -supaya nggak bersentuhan tangan- dan meletakkannya di atas tangan Uni. Hahaha. Epiiii.

Kata Epi, rugi sekali kalau kita sudah jauh-jauh ke Padang tapi kok nggak.ada pencapaian. Maka, goal pertama kami adalah: Mereka foto berdua berpegangan tangan.

"Ayo dong foto berdua. Ayooo. Itu yang mesra dong tangannya. Iya begitu," bujuk rayu Epi dan Hanifah. Hahaha. Mereka malu-malu unyu gitu :3 Udah dapet satu pose, kami dengan asemnya minta pose lain. Hihi. Untungnya mereka berdua mau. Kami tertawa senang. Mission accomplished!

Ini dia hasil jepretan kami:

Camera 360

Camera 360

yes! berhasil 3x.

yes! berhasil 3x!

Iklan

7 thoughts on “Catper: Tujuan Utama (4/5 part 1)

  1. Ping-balik: Jodoh Aa Qudwah | Hanifah Muslimah's

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s