Menyelaraskan Layar

Menyenangkan sekali saat cita-citamu meledak-ledak.
Dirimu penuh idealisme.
Ini dan itu.
Melakukan itu,
mencapai ini.

Lalu waktu dan keadaan
mengikisnya
pelan-pelan.

Ingin hati hendak ke barat,
tapi waktu, usaha, keadaan, keputusan, dan garis tangan –yang bersatu dalam kata ‘takdir’
mengantarmu ke utara.

Kau akan menengok ke ufuk barat
berkali-kali
menatap sisa-sisa dari kata “ingin begini ingin begitu”
mengagumi kerlap-kerlipnya yang memanggil,

sementara bersama itu
kau semakin jauh terbawa angin utara.

Tentu kau tak salah,
tapi berdamailah walau makan waktu.

Dia tahu yang terbaik untukmu.

Dia Mahatahu,
segala yang terhijab
gerak semut di kegelapan sarang
hingga kehidupan di palung laut terdalam.

Maka
apapun tentang takdirmu
jalani
percayai
itu yang terbaik
karena Ia Mahabijaksana

“Kita tidak bisa mengarahkan angin, tetapi setidaknya kita bisa menyelaraskan layar”*

—–

pesan singkat dari Abi:
“Anakku yg shalihah,
Abi lagi mikir
jika teteh sering muncul pikiran”SEANDAINYA”
Disamping tidak ada manfaatnya
Lebih dari itu, akan merusak diri sendiri.

Indah sekali nasihat Rasulullah, “Jika engkau telah mengambil suatu langkah, maka tawakkal lah dan jangan merasa lemah. Dan jangan ada lagi kata seandainya begini dan begitu. Karena kata “lau” (bahasa Arab, arti: seandainya) adalah pintu masuk syaitan –dan syaitan senang apabila ada yang masuk perangkapnya.”

*salin dari tweet Pak JK

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s