Anak Unta

Lakon di sebuah sore, sedang rehat di kamar tengah bersama Abi dan Aa. Ada yang membaca buku, ada yang asyik memainkan telepon genggamnya.

Saya memecah suasana, “Hmm, Bi. Teteh nanti nggak mau jadi kader di organisasi itu.”
Aa: Mengatakan sesuatu, yang intinya setuju dengan saya.
Abi: Menggumam. “Masya Allah, nak. Gagal Abi, gagal.”
(Saya dan Aa terkejut dengan reaksi beliau berkata sepahit itu.)

Aa berbalik sisi, katanya: “Nifah, kalau unta punya anak, anaknya apa?”
Saya: “Ya unta lah.”
Aa: “Nah, kalau kader punya anak, anaknya?”
Abi: “Haaa! Bagus! Pintar Aa ini.” wajah beliau berseri.

Sebenarnya saya bisa saja mendebat, tapi demi melihat air muka Abi yang berubah demikian cepat, tidak jadi. Saya hanya tertawa.

Iklan

One thought on “Anak Unta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s