Menikah Untuk Bahagia (Reviu)

cover menikah untuk bahagia

gambar dari sini

Buku bersampul biru ini, direkomendasikan sahabat saya yang sudah ikut seminarnya, Sumayyah. Buku ini juga termasuk salah satu “Daftar Buku yang Harus Dibaca Sebelum Menikah”, penugasan Ummi untuk saya dan suami –ehm, waktu itu masih calon :)

Bahasanya ringan, tapi tepat sasaran. Telak tersindir. Sebab, para penulis sudah pernah mengalami ‘badai’ dan berhasil melewatinya. Alhasil, beliau berdua sekarang menjadi mentor dan banyak mengisi seminar dengan tema pernikahan. Beliau berdua juga menginisiasi pembentukan sekolah pernikahan.

Misalnya, diulas di buku ini tentang “Kapten Bengek”, Suami yang sedang tidak cakap memimpin.
Nahkoda yang kita harapkan misalnya: nggak panikan, tegas, komunikatif, sabar, dan seterusnya. TAPI, nggak semua nahkoda seperti itu. Sebagai satu-satunya awak kapal, apa yang kita lakukan? Semoga lompat dari kapal bukan pilihan!

Ada juga pertanyaan yang perlu direnungkan secara mendalam.
Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
Soulmate atau Roommate?

Untuk yang wanita, dikatakan bahwa ada lima peranan yang perlu dijalankan dalam rumah tangga: PISIK.
P(artner) I(stri) S(ahabat) I(bu) K(ekasih). Nah, seringnya, wanita cenderung memberi porsi lebih pada dua peran: Istri dan Ibu. Sisanya? Lupa?
Mari kita tinjau: dua peran telah dijalani I & I. P(i)S(i)K, Dibaca apa? Yap. Tiga huruf. Larinya kesana, ibu-ibu! >,< *kemudian insecure*

Ada pesan-pesan juga.
Misal:
Prinsip Memberi. seperti orang bertani. Menabur benih – merawat – memberi pupuk. Kalau kita menanam hariini, jangan harap esok bisa menuai. Prosesnya panjaaang. Jadi ini prinsip memberi, bukan “prinsip hubungan transaksi” yang ‘saya kasih uang lalu saya dapat barang’.

STOP The Victim Mentality. Berhenti deh, merasa jadi korban. Jangan-jangan pasangan juga merasa dia yang korban?
STOP Blaming Game. Stop blaming your spouse, and stop blaming yourself!

Masih banyaaaak ilmu yang bisa didapat dari buku ini. Nah, selamat belajar, selamat membaca =)

Iklan

One thought on “Menikah Untuk Bahagia (Reviu)

  1. Ping-balik: #Wishful Wednesday #33 | Faraziyya's Bookshelf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s