Laa Takhafuu wa Laa Tahzanuu

Di Jumat siang sewaktu para pria salat Jumat,
beberapa orang berkumpul di lantai 2 gedung perkantoran.

Waktu itu saya masih percaya-nggak percaya, bimbang, terkejut jadi satu karena suatu peristiwa.
Ibu Olfah bilang begini:

“Orang beriman itu -diulang-ulang dalam Qur’an- Laa Takhaafuu wa Laa Tahzanuu

Apa itu?
Laa Takhaafuu (Tidak Merasa Takut)
Tidak merasa takut. Hal ini kaitannya dengan masa depan. Mukmin tidak was-was terhadap apa yang akan terjadi.
“Bagaimana ya nanti kalau ….”

Laa Tahzanuu (Tidak Bersedih Hati)
Nggak sedih. Ini hubungannya dengan masa lampau. Atas kejadian-kejadian yang telah menimpa diri kita. Atas keputusan-keputusan yang telah diambil. Tidak ada penyesalan terhadap apa yang telah terjadi.
Tidak terlintas pikiran “Seandainya dulu ….”

Bahagia sekali ya jadi orang beriman T.T

Apa rahasianya? Kok bisa berpikiran begitu?

Jawabnya, karena orang beriman yakin, apapun yang terjadi dalam hidupnya adalah kehendak Allah.

Nah, tapi orang beriman juga sangat mungkin melakukan kesalahan.

Lalu apa yang dilakukan orang beriman?
Fastaghfiruu
Beristighfar memohon ampun.

**

Ini memang bukan tema utama, ada di sela-sela. Tapi rasanya nyess sekali. Sedang merasa ‘takut’ dan ‘sedih’, tapi diingatkan secara halus sekali lewat nasihat selewat ini. Dan langsung diberi saran juga: mohon ampun.

Seperti kata Ibu Olfah, Allah itu Lathiif (Lembut), kadang sentuhan kasih sayangnya amat lembut, dan kita luput menyadarinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s