Ditinggal Diklat

Lima bulan kemarin, saya melaksanakan On Job Training di Kantor Pusat, sekarang Alhamdulillah bisa nyusul suami lebih cepat ke Pangkalpinang.

…Eh yang disusulin malah diklat. Dua minggu pula. Zzzz.

Sepekan setelah Mas Medi selesai diklat, giliran saya yang mesti diklat tiga minggu ke Jakarta. Duh, nasib.

Alhasil, disinilah saya -Pangkalpinang. Sendirian. Seringnya pas pulang, “Lah kok saklarnya sudah ditekan tapi lampunya nggak mau nyala?” Oh, mati lampu ._. Makanan sehari-hari orang sini. Mana kalau malam-malam sepi, belum lagi kalau tiba-tiba mati lampu ._.

Tapi, ini list kerjaan suami saya sebelum berangkat:
– Bersihin halaman belakang, termasuk pasir-pasir di selokan
– Nyuci baju kotor sampai nggak bersisa
– Galon yang isinya tinggal setengah diganti sama yang penuh, dan diangkatin ke dispenser
– Tukar-pinjam motor dengan Kak Cowes yang motornya matic
– Nambah pulsa listrik supaya nggak kejadian aliran putus karena kehabisan pulsa
– Buang sampah dapur ke bak sampah (letaknya lumayan jauh)
– Kasih tahu dimana naruh senter, plus baterai cadangannya yang sudah full-charge *duh, senter kecil harga 250ribu -_- Gapapa tapi, berguna juga dia.*
– Beliin sebotol minyak goreng dan refill sabun pencuci piring

Sweet, eh?

Suamiku, suami siaga =)

Mas Medi lagi bersihin selokan

Mas Medi lagi bersihin selokan

Angkat ember, mau bilas cucian

Angkat ember, mau bilas cucian

Iklan

One thought on “Ditinggal Diklat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s