Edisi Dibuang Sayang: Padang Trivia

Ini ceritanya, “sisa” dari Catatan Perjalanan ke Padang di awal 2013 lalu (lama banget). Ada di note lama. Post disini aja deh. (Disclaimer: Pengalaman dan pendapat pribadi, sangat boleh untuk berlainan pandangan.)

1. Masjidnya bagus-baguuuuusss 

Bahkan di kampung/nagari juga baguuus. Kalau masjid yang tipe tradisional, ada kolamnya di depan atau di samping masjid. Kebanyakan masjid punya bangunan sekolah/TPA di dekatnya, plus ada Imam dan Garin tetap. P.S. Pas-pasan lagi salat, ada anak kecil yang lari-larian dan dipelototi nenek2. 😁

2. Tradisi Khataman

Karena waktu itu baruu banget nonton “Di Bawah Lindungan Ka’bah”-nya Laudya Cinthya Bella, ada scene dimana arak-arakan pakai obor untuk merayakan khataman. Bagus euy! Kesannya syahdu -yah tapi itu di film. Nyatanya, masih diarak (ya diaraknya gak malem-malem dan gak bawa obor juga sih πŸ˜…), bahkan keluarga santri banyak yang mengadakan baralek sebagai rasa bangga dan syukur.

3. Tour de Singkarak

Ternyata finish di Lembah Harau.

4. Ikan Bilih

Jenis ikan endemik, yang cuma hidup di Danau Singkarak. Waktu itu harganya 100rb/Kg. Sayang sekarang populasinya terus berkurang karena danau terpolusi (berita Kompas).

5. Lembah Harau

Tipe lembah kaya begini cuma ada dua di dunia. Yang satu di Harau, satunya lagi di Meksiko (?) will check the fact later. Yang jelas, kebanggaan masyarakat Sumbar.

6. Suara Speaker Masjid

Disini, meski bukan Bulan Ramadhan, suara tilawah merajai udara kalau sudah mau waktu salat. Terutama magrib dan subuh. Jadi berasa mau lebaran πŸ˜„

7. Sayuran

Kebanyakan orang Minang jarang menjadikan sayur sebagai lauk (kecuali sayur nangka dan pucuk ubi). Sayuran di Bukittinggi (waktu itu saya stay disana) mahal-mahaal.

8. “Makan” = Penting

Yang namanya makan, penting banget. Restoran Sederhana, disini dianggap biasa aja πŸ˜‚ Banyak banget tempat makan yang uenaaaak. Apalagi RM Padang, (yaiyalah) terus yang udah terkenal macam Itik Lado Mudo.

9. Pekanbaru -> metropolis

Saban weekend, Bukittinggi kebanjiran turis dari Pekanbaru yang mau wisata, atau mungkin mau menikmati udara dingin. Penuh dgn mobil plat BM (Banyak Minyak), sementara plat Sumbar sendiri BA (Banyak Akal).

10. Tekstil dan Sulam

Pasar Aur Kuning adalah pasar tekstil terbesar di Pulau Sumatera, dan kedua di Indonesia -setelah Tanah Abang. Orang Padamg seneng banget sama yang namanya sulam/bordir. Ammah Ika pas mau pergi, sampai kutanya “Mau kemana?” karena bajunya bagus banget. Duh. Oya, ada sentra sulam cuma belum sempat kesana,  (kabar yang belum terverifikasi), para perajin kebanyakan adalah para gadis yang sudah cukup usia tapi belum kunjung menemukan jodoh. (Kok jadi sedih :( )

11. Peribahasa

Banyaaak banget peribahasa/petatah-petitih. Kalau dipikir, emang bijaksana dan mudah diingat. Dicontohkan Ammi Aan: “Duduk seorang bersempit-sempit, duduk bersama berlapang-lapang.” Kan kontradiktif tuh. Kalau sendiri, ya harusnya lapang. Kalau rame-rame, harusnya sempit. Kok bisa Teh? Tanya Ammi Aan. Yang dijawabnya sendiri πŸ˜‚: Jadi kalau ada masalah dipikirkan sendiri jadinya beraat, karena pikiran kita terbatas, sementara kalau dipikirin bareng-bareng, akan ada banyak ide, insyaAllah cepat terpecahkan. Cool, eh?
Nah stop sampai sini dulu, masih ada sih. Tp terbatas kekuatan baterai, see you on next post!

HM

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s