Filed under Teman

Menyiasati Pekerjaan Klerikal

Sebagai anak magang dengan status pendidikan terakhir diploma, mayoritas pekerjaan istimewa kami adalah: yup. fotokopi, scan, filing odner, print, ngetik, dkk. Berminggu-minggu ini kerjaan saya hampir-hampir cuma satu macam: ngirim surat. (Mulai dari cara futuristik yaitu nomor dan alamat surat diprint (kemudian printernya rusak karena suratnya kebanyakan euy), cara pertengahan: ngeprint di kertas-kertasnya dipotong-potong – … Baca lebih lanjut

Catper: Tujuan Utama (4/5 part 2)

Kedua pemeran utama dipanggil keluar ruangan, mereka mau foto pre-wed (ceremony). Epi dan saya ikutan para tamu lain untuk bersantap. Saya (dan Epi juga) pikir, nggak bakalan makan banyak-banyak. Teorinya, makan itu satu lauk saja, Kalau ikan ya ikan, jangan dobel atau malah tripel, ikan sama daging sama ayam, misalnya. Tapi, kami khilaf T_T Makanan … Baca lebih lanjut

Catper: Pagi, Bukittinggi! (3/5 part 2)

Lucunya, pas ketemu Maghrib itu, baju kami kembar. Epi baju ungu kerudung ungu. Aku juga. Jangan-jangan kita…. jodoh? lol. *Aamiin -usap telapak tangan ke muka.* Tapi memang ya, ada kejadian lucu pula waktu kami bertemu pertama kali di pembagian kelompok dinamika dulu. Teman saya, Rici, sms: “Peh ada yang mirip sama lo.” Yang dimaksud adalah … Baca lebih lanjut

Catper: Pagi, Bukittinggi! (3/5 part 1)

Mobil kijang LGX warna biru malam masuk ke area pool Gumarang. Alhamdulillah, jemputan datang :’ Ammah Ika dan Ammi Aan (plus Abang Gaza) keluar dari mobil, menghampiri saya. “Kok Teteh nggak bilang-bilang sih pas sudah sampai? Nelpon ketika sudah sampai.” “Kan sudah dibilang jam berapapun sampai insyaAllah dijemput.” ._. Habisnya, maksud saya kan mau menunggu … Baca lebih lanjut

Catper: Persiapan (1/5)

Bismillah, Ini dia catatan perjalanan ke Padang. Sebuah janji kepada -uhuks- suaminya Uni, Mas Dirga Karena lumayan panjang, oh oke bakalan panjang banget, tulisan ini saya bagi jadi lima bagian, yakni: Persiapan; Di Perjalanan; Pagi, Bukittinggi!; Tujuan Utama; Misi Kenegaraan Bonus Jalan-jalan. *** Ini kali pertama saya mendapat kabar pernikahan (yang seharusnya disambut bahagia) dan … Baca lebih lanjut

Kepada K

Seorang kawan pernah cerita kalau dia sedang break mengikuti kegiatan pekanan karena beberapa alasan. Kami beberapa kali berdiskusi cukup panjang mengenai hal ini. Oke, kawan saya yang ini memang ‘teguh pendirian’ (:P) sehingga sulit menang bila berargumentasi dengannya. Suatu waktu saya tiba-tiba kepikiran sesuatu, yg langsung saya sampaikan padanya. Ini antara saya Hanifah (h) dan … Baca lebih lanjut

Jodoh dan Lift

Juni lalu, saat tingkat tiga, kami diwajibkan mengikuti kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Seorang teman baik, Septri mendapatkan tempat PKL di suatu lembaga yang terletak di Jakarta. *sebenarnya cerita perjuangan uni mendapat tempat PKL cukup panjang :|* Ada delapan puluh kakak kelas kami yang mendapatkan penempatan di instansi tersebut, tetapi yang saya dan septri sama-sama … Baca lebih lanjut

Perihal Berkawan

*dari Tarbawi Edisi 280 Th 14 “Siapa yang meremehkan pertemanan akan hilang kehormatannya. Di antara adab berkawan, jangan engkau putuskan seorang kawan setelah engkau berteman dengannya, dan jangan engkau menolaknya setelah engkau menerimanya.” (Abdullah Ibnu Mubarak) Diantara rahasia penciptaan manusia, adalah ‘misi perkawanan’. Pada mulanya adalah kita yang beragam, kita yang berbeda, kita yang bermacam … Baca lebih lanjut

reuni kecil @ bdg

Suatu hari mendapat sms dari Nada: “reuni kecil-kecilan di bandung yok? Tanggal 8-9 September. Confirm ya ^^”. Menurut jadwal, laporan stulap saya harus dikumpulkan pada 6-7 September, yang kemudian dilanjutkan Tes Kesehatan pada 10 September dan Capacity Building tanggal 11-18 September. Baiklah, berarti tanggal segitu nggak ada agenda. Ekoooot! Ternyata saya ketinggalan informasi, laporan stulap … Baca lebih lanjut

Si Iting Bersinar *uhuks*

Sore itu, aku bertemu Abang Iting di pertigaan fotokopian dekat gereja –fotokopian yang di spanduknya tercetak “Terima Soft Kaper, Hard Kaper”. Seperti selalu, dia terlihat nggak rapi, terutama karena rambutnya yang awut-awutan. Tapi hari itu lebih parah lagi. Sebab, mukanya juga nggak enak dilihat. Hahaha X) Karena kami sudah lama nggak ngobrol ketimur kebarat, kami … Baca lebih lanjut